Seanane.com – Pesugihan adalah suatu cara untuk memperoleh kekayaan secara instan tanpa harus bekerja keras layaknya orang bekerja pada umumnya. Dalam prosesnya pesugihan adalah bentuk kerjasama perjanjian antara manusia sebagai pelaku pesugihan dengan makhluk gaib/jin/siluman. Konon, legenda pesugihan Kyai Molor ini berasal dari kawasan lereng barat Gunung Merapi.

Pesugihan ini tidaklah gratis melainkan memerlukan tumbal atau korban kepada pihak makhluk gaib sebagai pengganti atau barter untuk kekayaan. Korban tumbal pesugihan berdasarkan permintaan sang makhluk gaib dan pihak manusia harus bisa memenuhinya. Biasanya para pelaku pesugihan adalah orang-orang yang telah putus asa di kehidupannya dalam mencari uang secara halal. Dan sudah tertutup hatinya sehingga bahkan harus tega mengorbankan orang lain untuk di jadikan korban tumbal pesugihannya.

bunga kembang tujuh rupa

Pesugihan Kyai Molor

Dahulu kala pernah ada desas-desus yang mencengangkan di sekitar lereng Gunung Merapi bagian barat. Dimana ada fenomena pesugihan yang jarang diketahui oleh orang banyak. Kyai Molor adalah sebutan untuk siluman yang mendiami salah satu sungai di lereng barat Gunung Merapi. Dan diyakini bahwa siluman tersebut dapat membantu manusia gelap mata yang ingin menjadi kaya raya. Banyak yang meyakini bahwa sosok tersebut merupakan seekor ular siluman raksasa. Tapi versi lain mengatakan, bahwa sosok Kyai Molor sendiri lebih berupa manusia berkepala katak. Lengkap dengan tangan kaki namun berbadan manusia dan penuh lendir.

Bagi orang yang tertarik untuk mencoba pesugihan Kyai Molor, bisa datang ke sungai tersebut. Dengan membawa bunga tujuh rupa selama tujuh hari berturut-turut. Biasanya di hari terakhir, sang pelaku akan didatangi oleh Kyai Molor. Seperti terlihat mudah, namun perjanjian yang akan terjadi bisa dibilang cukup fatal. Si pelaku akan menjadi tumbal oleh ritualnya sendiri dan kekayaan pun akan mengikuti seiring seberapa besar pengorbanannya.

Bisa dipastikan si pelaku akan terus mengeluarkan cairan (molor) dari tujuh lubang di kepala, serta pori-pori. Terus menetes air mata, keluar cairan nanah dari telinga dan hidung, serta mulut yang terus menerus “ngiler”. Pelaku pesugihan Kyai Molor akan mengalami rasa panas, berlendir, dan bau amis sepanjang hidupnya (biasanya justru malah berumur panjang). Dan harus dirawat oleh keluarganya di rumah sendiri. Semua penderitaan ini akan terus berbanding lurus dengan kekayaannya. Tapi rumornya pesugihan Kyai Molor sudah mulai menghilang di masa sekarang ini. Apabila Anda merasa penasaran bisa mencari kebenarannya di lereng barat Gunung Merapi.

Iklan